Aksi Kriminal di Bali: WN Swiss Todong dan Rampas Telepon Genggam Turis Lokal

Sebuah insiden aksi kriminal yang melibatkan seorang Warga Negara (WN) Swiss menghebohkan kawasan pariwisata di Bali. Pria asing tersebut dilaporkan melakukan penodongan dan perampasan telepon genggam milik seorang wisatawan lokal. Peristiwa aksi kriminal ini terjadi pada Kamis malam, 24 April 2025, sekitar pukul 21.30 WITA di kawasan Seminyak, Kuta Utara, Kabupaten Badung.

Korban yang diketahui bernama I Gede Surya (28 tahun), warga Denpasar, sedang berjalan kaki di sekitar Jalan Kayu Aya ketika tiba-tiba dihampiri oleh pelaku. Pelaku yang kemudian diidentifikasi sebagai Alain Dubois (35 tahun), mengancam korban menggunakan senjata tajam dan memaksa korban menyerahkan telepon genggam miliknya. Setelah berhasil merampas telepon genggam korban, pelaku langsung melarikan diri.

Korban segera melaporkan kejadian aksi kriminal yang dialaminya ke Polsek Kuta Utara. Berdasarkan laporan korban dan ciri-ciri pelaku yang disebutkan, tim Reserse Kriminal (Reskrim) Polsek Kuta Utara di bawah pimpinan Ajun Komisaris Polisi (AKP) Komang Agus bergerak cepat melakukan penyelidikan. Berbekal rekaman kamera pengawas (CCTV) di sekitar lokasi kejadian dan keterangan saksi-saksi, petugas berhasil mengidentifikasi pelaku.

Dalam waktu kurang dari 24 jam setelah kejadian, petugas kepolisian berhasil mengamankan pelaku Alain Dubois pada Jumat dini hari, 25 April 2025, sekitar pukul 03.00 WITA di sebuah vila yang disewanya di kawasan Canggu, Kuta Utara. Saat penangkapan, petugas juga berhasil mengamankan barang bukti berupa telepon genggam milik korban dan senjata tajam yang diduga digunakan pelaku saat melakukan aksi kriminal.

Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Kuta Utara, Komisaris Polisi (Kompol) I Made Pramasetia, dalam keterangan persnya pada Jumat siang, 25 April 2025, membenarkan penangkapan WN Swiss terkait kasus perampasan tersebut. “Kami telah berhasil mengamankan pelaku beserta barang bukti. Pelaku akan kami proses sesuai dengan hukum yang berlaku di Indonesia,” tegas Kompol I Made Pramasetia di Mapolsek Kuta Utara. Pihak kepolisian juga akan berkoordinasi dengan pihak Konsulat Swiss terkait kasus ini. Insiden ini menjadi perhatian pihak kepolisian untuk meningkatkan keamanan di kawasan pariwisata guna mencegah terjadinya aksi kriminal serupa.

journal.pafibungokab.org

learn.pafipemkotkerinci.org

news.pafipemkotpalopo.org