Pengelola lingkungan permukiman bersama dinas kebersihan meresmikan tempat pengolahan sampah berbasis mengurangi, menggunakan kembali, dan mendaur ulang skala kawasan desa pesisir. Operasional tps3r jimbaran difokuskan pada pemilahan sampah organik dan anorganik langsung dari sumber rumah tangga warga serta pelaku usaha restoran kawasan pantai. Langkah mandiri ini diambil guna mengurangi beban sampah yang masuk ke tempat pembuangan akhir daerah yang kondisinya makin memprihatinkan. Dengan adanya fasilitas pengolahan ini, sampah organik langsung diolah menjadi pupuk kompos berkualitas tinggi untuk kebutuhan pertanian lokal.
Proses pemilahan sampah pada area tps3r jimbaran memanfaatkan mesin pencacah sampah plastik serta fasilitas komposting metode modern yang ramah lingkungan dan tidak berbau. Plastik hasil pilahan yang bernilai ekonomis dicuci dan dipress menjadi bal blok padat untuk dijual kembali ke industri daur ulang bahan baku plastik. Sementara itu, olahan kompos organik dibagikan secara gratis kepada warga masyarakat yang ingin memanfaatkan pupuk organik untuk tanaman pekarangan mereka. Sistem tata kelola ini terbukti berhasil memangkas volume sampah harian kawasan hingga lebih dari lima puluh persen.
Kehadiran pusat daur ulang tps3r jimbaran mendapat apresiasi penuh dari para pemilik usaha restoran seafood dan pengelola hotel di sepanjang kawasan pesisir pariwisata tersebut. Pelaku usaha kini wajib memilah sampah dari dapur mereka sebelum diangkut oleh petugas kebersihan desa menuju ke fasilitas tempat pengolahan sampah. Langkah kolaboratif ini terbukti berhasil menjaga kebersihan kawasan wisata pantai dari penumpukan limbah sampah yang berpotensi merusak keindahan alam pesisir. Lingkungan desa kini terlihat lebih bersih, rapi, dan terbebas dari ancaman polusi bau tidak sedap.
Petugas TPS3R rutin memberikan edukasi dan sosialisasi kepada warga masyarakat mengenai pentingnya memilah sampah dapur dan sampah kering sejak dari dalam rumah. Warga yang aktif memilah sampah diberikan insentif berupa poin yang dapat ditukarkan dengan bahan kebutuhan pokok atau pupuk kompos siap pakai. Program pemberdayaan lingkungan berbasis masyarakat ini sukses membangun kesadaran kolektif warga akan pentingnya menjaga kelestarian alam lingkungan sekitar. Fasilitas ini menjadi contoh sukses tata kelola lingkungan mandiri berbasis komunitas lokal.
Pemerintah daerah berkomitmen memberikan bantuan armada kendaraan pengangkut sampah roda tiga tambahan guna memperluas jangkauan layanan pengangkutan sampah warga. Pemeliharaan mesin pencacah dan fasilitas komposting akan didampingi langsung oleh teknisi dinas lingkungan hidup secara berkala tiap bulannya. Dengan sistem pengolahan sampah terpadu yang berkelanjutan ini, kawasan destinasi wisata pesisir siap menyambut para pengunjung dengan kondisi lingkungan yang bersih dan sehat. Kemandirian olah sampah terbukti mampu menciptakan nilai ekonomis baru bagi warga desa.
