Kabupaten Jembrana, Bali, kembali menggelar tradisi pacuan kerbau yang dikenal dengan nama “Makepung”. Acara yang menjadi daya tarik wisata budaya ini berlangsung meriah di Sirkuit All in One, Desa Mendoyo Dauh Tukad, Kecamatan Mendoyo, pada Minggu, 13 April 2025. Ribuan warga lokal dan wisatawan domestik maupun mancanegara antusias menyaksikan tradisi pacuan kerbau yang sarat akan nilai-nilai budaya dan sportivitas ini.
Tradisi pacuan kerbau atau Makepung merupakan warisan leluhur masyarakat Jembrana yang biasanya digelar setelah masa panen sebagai bentuk syukur atas hasil bumi yang melimpah. Selain itu, acara ini juga menjadi ajang silaturahmi antar petani dan sekaligus hiburan bagi masyarakat. Ratusan pasang kerbau terbaik dari berbagai desa di Jembrana turut serta dalam kompetisi adu cepat ini, lengkap dengan joki-joki handal yang memacu kerbau mereka dengan semangat.
Kemeriahan acara tradisi pacuan kerbau ini terlihat dari antusiasme para penonton yang memadati area sirkuit sejak pagi hari. Sorak sorai dan tepuk tangan riuh rendah menyertai setiap pasangan kerbau yang berlaga di lintasan. Para joki dengan pakaian adat Bali yang khas terlihat gagah mengendalikan kerbau-kerbau mereka, menciptakan pemandangan yang sangat menarik dan memukau.
Menurut Ketua Panitia Makepung tahun 2025, Bapak I Made Sudiasa (58 tahun), tradisi ini bukan hanya sekadar adu kecepatan kerbau, tetapi juga memiliki nilai filosofis yang mendalam. “Makepung melambangkan semangat gotong royong, persatuan, dan kerja keras masyarakat agraris Jembrana. Kerbau yang kuat dan joki yang terampil adalah simbol dari semangat pantang menyerah dalam menghadapi kehidupan,” ujarnya di sela-sela acara.
Selain lomba utama pacuan kerbau, dalam rangkaian acara Makepung juga ditampilkan berbagai atraksi budaya lainnya, seperti pertunjukan seni tari dan musik tradisional Bali, serta pameran produk-produk kerajinan lokal. Hal ini semakin menambah daya tarik acara dan memberikan pengalaman yang kaya akan budaya Bali bagi para pengunjung.
Tradisi pacuan kerbau Makepung di Jembrana diharapkan dapat terus dilestarikan dan dikembangkan sebagai salah satu ikon pariwisata budaya Bali. Pemerintah Kabupaten Jembrana juga terus memberikan dukungan penuh terhadap penyelenggaraan acara ini agar semakin dikenal di tingkat nasional maupun internasional. Kemeriahan dan keunikan tradisi ini menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang ingin menyaksikan kekayaan budaya Bali yang autentik.
