Lestarikan Warisan Leluhur! Siswa Antusias Main Permainan Tradisional di Museum Subak Bali

Suasana ceria dan penuh tawa mewarnai kunjungan puluhan siswa Sekolah Dasar (SD) Negeri 5 Kediri, Kabupaten Tabanan, Bali, ke Museum Subak pada Kamis, 10 April 2025. Selain belajar tentang sistem irigasi tradisional Bali yang mendunia, para siswa juga berkesempatan untuk secara langsung bermain permainan tradisional Bali yang dulunya menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat setempat. Kegiatan ini bertujuan untuk mengenalkan dan menanamkan kecintaan terhadap warisan budaya permainan tradisional kepada generasi muda sejak dini.

Para siswa tampak antusias mengikuti berbagai macam permainan tradisional yang dipandu oleh staf museum dan beberapa relawan budaya. Beberapa permainan tradisional yang dimainkan antara lain adalah megala-gala (permainan bentengan), mecacar-cacaran (permainan adu kelapa), dan metajog (permainan engklek). Sorak sorai kegembiraan terdengar saat para siswa berlomba dan berinteraksi dalam permainan tradisional yang mengasah ketangkasan, strategi, dan kebersamaan ini.

Kepala Sekolah SDN 5 Kediri, Ibu Ni Made Ayu Setyawati, S.Pd., menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program pembelajaran di luar kelas yang bertujuan untuk mengenalkan kearifan lokal Bali kepada para siswa. “Kami ingin anak-anak tidak hanya mengenal Subak sebagai sistem irigasi, tetapi juga memahami kekayaan budaya lain yang melekat padanya, termasuk permainan tradisional yang dulunya sangat populer di kalangan masyarakat Bali,” ujar Ibu Ayu Setyawati. Informasi mengenai Museum Subak dapat diakses melalui website resmi Dinas Kebudayaan Provinsi Bali.

Lebih lanjut, Ibu Ayu Setyawati berharap agar kegiatan bermain permainan tradisional ini dapat memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan dan berkesan bagi para siswa, sehingga mereka lebih tertarik untuk mempelajari dan melestarikan warisan budaya Bali. Pihak sekolah juga berencana untuk secara rutin mengadakan kegiatan serupa dengan mengenalkan permainan tradisional lainnya yang ada di Bali.

Staf Edukasi Museum Subak, Bapak I Gede Wirawan, выражая kegembiraannya melihat antusiasme para siswa dalam bermain permainan tradisional. “Kami sangat senang melihat anak-anak begitu menikmati permainan tradisional ini. Ini membuktikan bahwa permainan tradisional masih memiliki daya tarik tersendiri jika dikemas dengan menarik dan diperkenalkan sejak usia dini,” kata Bapak I Gede Wirawan. Beliau juga menjelaskan sejarah dan filosofi di balik setiap permainan tradisional yang dimainkan kepada para siswa. Informasi mengenai berbagai jenis permainan tradisional Bali dapat ditemukan melalui buku-buku atau artikel tentang budaya Bali. Kegiatan bermain permainan tradisional di Museum Subak ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi upaya pelestarian budaya di daerah lain.

journal.pafibungokab.org

learn.pafipemkotkerinci.org

news.pafipemkotpalopo.org