Setelah diikat dengan tali, jenazah kini menunjukkan salah satu tanda bahwa ia sudah siap untuk dibawa ke pemakaman. Proses pengikatan ini bukan sekadar formalitas, melainkan bagian integral dari persiapan menghadap akhirat. Ini menandakan selesainya tahapan pengafanan dan dimulainya prosesi menuju liang lahat, sebuah simbol akhir dari persiapan di dunia fana ini.
Pengikatan tali pocong berfungsi mengamankan kain kafan yang sudah membalut jenazah dengan rapi. Hal ini krusial untuk mencegah KAIN kafan terbuka atau bergeser selama pemindahan. Dengan demikian, tali ini memastikan bahwa aspek kebersihan dan kesucian jenazah tetap terjaga sepanjang perjalanan, sesuai dengan tata cara penguburan yang diajarkan dalam Islam.
Setelah diikat, jenazah menjadi lebih stabil. Tali ini membantu menahan posisi jenazah agar tetap lurus dan tidak goyah saat diangkat atau dipindahkan. Stabilitas ini sangat penting untuk memudahkan pengangkatan dan memudahkan pemindahan oleh para pengusung, sehingga prosesi berjalan lancar dan penuh hormat, tanpa insiden yang tidak diinginkan.
Proses setelah diikat tali ini juga secara simbolis melepaskan ikatan jenazah dari urusan duniawi. Ini adalah pengingat bagi yang masih bernapas bahwa jasad yang terbungkus rapi ini telah menyelesaikan perjalanannya di alam dunia dan siap kembali kepada Sang Pencipta. Ini adalah momen refleksi mendalam tentang kefanaan hidup.
Meskipun tali pocong memiliki fungsi fungsional yang jelas, perlu ditekankan bahwa maknanya murni pada tanda keimanan dan kepraktisan. Ini bukan praktik tahayul untuk mengikat roh atau mencegah hal-hal mistis lainnya. Penggunaan tali ini adalah bagian dari mengikuti tata krama dalam memperlakukan jenazah Sesuai Sunnah, menjaga kehormatan almarhum.
Sebagai bagian dari persiapan menghadap akhirat, setelah diikat, jenazah akan dibawa ke masjid untuk disalatkan atau langsung ke pemakaman. Doa-doa akan dipanjatkan untuknya, memohon ampunan dan rahmat. Semua proses ini, termasuk pengikatan tali, adalah serangkaian tahapan yang saling berkaitan untuk mengantar jenazah dengan sebaik-baiknya.
Dengan demikian, pengikatan tali pocong adalah tanda awal yang penting. Ia melengkapi seluruh proses pengurusan jenazah, dari memandikan, mengafani, hingga siap untuk dimakamkan. Ini memastikan bahwa setiap detail telah dilaksanakan dengan baik, memberikan ketenangan hati bagi keluarga dan bagi yang masih bernapas, bahwa kewajiban telah ditunaikan.
Singkatnya, setelah diikat tali, jenazah menunjukkan kesiapan untuk dimakamkan. Tali ini mengamankan kain kafan, mencegah KAIN terbuka, menahan posisi, memudahkan pengangkatan dan pemindahan jenazah. Ini melepaskan ikatan duniawi, simbol akhir persiapan menghadap akhirat, dan tanda keimanan Sesuai Sunnah dalam mengikuti tata krama, jauh dari praktik tahayul, dan menjaga aspek kebersihan
