DENPASAR, BALI – Jelang Hari Raya Nyepi Tahun Saka 1947 yang jatuh pada hari Rabu, 19 Maret 2025, umat Hindu di seluruh Bali menggelar ritual sakral Melasti. Tradisi Umat Hindu yang diwariskan secara turun-temurun ini merupakan bagian penting dalam rangkaian perayaan Nyepi, bertujuan untuk membersihkan diri dan alam semesta dari segala kotoran spiritual dan energi negatif.
Pantai Segara Mertasari, Sanur, Denpasar menjadi salah satu pusat pelaksanaan ritual Melasti yang dipadati oleh ribuan umat Hindu dari berbagai penjuru Pulau Dewata pada hari Minggu, 16 Maret 2025. Sejak pagi hari, tampak barisan panjang pejalan kaki yang membawa berbagai macam pratima (simbol suci Ida Sang Hyang Widhi Wasa) dan palinggih (tempat suci) yang diusung dengan khidmat. Iring-iringan ini juga diiringi oleh alunan gamelan baleganjur yang menambah suasana sakral dan khusyuk.
Menurut Jero Mangku Made Wirata, salah satu pemangku adat yang memimpin jalannya ritual di Pantai Mertasari, Melasti memiliki makna yang sangat mendalam bagi tradisi umat Hindu di Bali. “Melasti adalah proses malukat atau pembersihan. Kita membersihkan segala kekotoran baik yang ada dalam diri manusia (Bhuana Alit) maupun alam semesta (Bhuana Agung) agar kita dapat memasuki Hari Raya Nyepi dengan hati dan pikiran yang suci,” jelasnya di sela-sela ritual.
Prosesi Melasti biasanya dipimpin oleh para pemangku adat dan melibatkan berbagai elemen ritual seperti persembahyangan bersama, ngayab (menghaturkan sesaji), dan pelarungan sesajen ke laut. Laut dipilih sebagai tempat pelaksanaan Melasti karena dianggap sebagai sumber air suci (tirta amerta) yang memiliki kekuatan untuk membersihkan segala kotoran.
Pengamanan jalannya ritual Melasti di Pantai Mertasari juga melibatkan sejumlah Pecalang (petugas keamanan desa adat) dan beberapa personel dari Polsek Denpasar Selatan. Kapolsek Denpasar Selatan, Kompol I Made Teja Dwi Permana, melalui keterangan singkatnya menyatakan bahwa pihaknya menerjunkan sejumlah personel untuk memastikan kelancaran dan keamanan tradisi umat Hindu ini. “Kami berkoordinasi dengan Pecalang untuk menjaga ketertiban selama prosesi Melasti berlangsung. Situasi terpantau aman dan kondusif,” ujarnya.
Ritual Melasti merupakan bagian tak terpisahkan dari tradisi umat Hindu di Bali dan menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang berkunjung. Keindahan prosesi dengan pakaian adat Bali yang berwarna-warni serta kekhusyukan umat dalam menjalankan ritual ini memberikan pengalaman spiritual yang mendalam bagi siapapun yang menyaksikannya. Diharapkan, tradisi luhur ini akan terus dilestarikan oleh generasi mendatang.
