Waspada! Modus Penipuan Refund Palsu dengan QRIS Payment Request

Modus penipuan baru yang semakin canggih adalah ketika pelaku menghubungi korban dengan dalih adanya kelebihan pembayaran atau refund dana. Untuk “menerima” refund tersebut, korban diminta untuk memindai QRIS. Namun, kenyataannya, QRIS yang diberikan bukanlah untuk menerima dana, melainkan sebuah payment request yang akan mentransfer uang dari rekening korban ke rekening penipu. Ini adalah taktik licik yang memanfaatkan kurangnya pemahaman masyarakat tentang fungsi QRIS.

Pelaku biasanya menghubungi korban melalui telepon, SMS, atau aplikasi pesan instan. Mereka seringkali menyamar sebagai customer service dari e-commerce, maskapai penerbangan, atau lembaga lain yang mungkin pernah berinteraksi dengan korban. Dalih kelebihan pembayaran tiket, pembatalan pesanan, atau bonus promo menjadi umpan utama untuk menarik perhatian korban.

Ketika korban menunjukkan minat untuk menerima refund, penipu akan mengirimkan sebuah screenshot QRIS atau meminta korban untuk memindai QRIS yang mereka berikan. Mereka meyakinkan korban bahwa ini adalah prosedur standar untuk pencairan dana. Namun, di balik itu, QRIS tersebut sebenarnya adalah kode untuk melakukan payment request, bukan menerima uang.

Begitu korban memindai QRIS tersebut menggunakan aplikasi mobile banking atau dompet digital mereka, sistem akan menampilkan detail transaksi yang sesungguhnya: sebuah permintaan pembayaran. Jika korban tidak teliti memeriksa deskripsi atau nominal yang tertera, mereka akan mengonfirmasi transaksi dan secara otomatis mentransfer uang ke rekening penipu.

Banyak korban yang terjebak dalam modus ini karena tidak memahami perbedaan antara QRIS untuk menerima dan QRIS untuk membayar (yang pada dasarnya adalah payment request). Mereka berasumsi bahwa memindai QRIS selalu berarti menerima dana, padahal fungsinya bisa berbalik 180 derajat tergantung pada jenis QRIS yang dipindai.

Dampak dari penipuan ini tentu saja sangat merugikan finansial korban. Uang yang seharusnya masuk justru keluar, dan seringkali dana tersebut sulit dilacak setelah berpindah tangan ke rekening penipu. Kepercayaan publik terhadap transaksi non-tunai juga bisa terkikis akibat ulah para penjahat siber ini.

Untuk menghindari modus ini, masyarakat harus selalu teliti. Jika ada pihak yang menawarkan refund dan meminta Anda memindai QRIS, selalu curiga. Pastikan bahwa transaksi yang muncul di aplikasi Anda adalah “terima dana” atau “minta dana,” bukan payment request untuk membayar.

Singkatnya, modus penipuan refund palsu dengan payment request QRIS adalah jebakan canggih. Waspada terhadap klaim kelebihan pembayaran yang meminta Anda memindai QRIS. Selalu periksa detail transaksi di aplikasi Anda, pastikan Anda menerima, bukan membayar, untuk melindungi dana Anda dari kejahatan ini.

journal.pafibungokab.org

learn.pafipemkotkerinci.org

news.pafipemkotpalopo.org