Kabar duka menyelimuti dunia pariwisata Bali. Seorang wisatawan meninggal akibat tertimbun longsor yang terjadi di kawasan Desa Jatiluwih, Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan pada hari Minggu, 27 April 2025 sekitar pukul 09.45 WITA. Korban diketahui bernama Rudi Santoso, seorang wisatawan meninggal berusia 38 tahun yang berasal dari Jalan Ikan Sepat Nomor 12, Kota Malang, Jawa Timur.
Kejadian nahas ini terjadi saat korban sedang berada di area persawahan terasering Jatiluwih, tepatnya di jalur setapak menuju Pura Luhur Batukaru. Kontur tanah di area tersebut memang dikenal labil dan rentan longsor, terutama setelah hujan deras mengguyur wilayah Penebel dan sekitarnya sejak Jumat malam, 25 April 2025. Longsor dengan material tanah, lumpur, dan beberapa pohon tumbang terjadi secara tiba-tiba dan menimpa korban yang saat itu sedang berjalan kaki seorang diri menikmati pemandangan.
Petugas gabungan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tabanan, yang dipimpin oleh Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik, Bapak I Nyoman Wiratma, bersama dengan anggota Polsek Penebel di bawah komando Kapolsek Penebel, Kompol I Made Budiastawa, dan tim SAR dari Pos SAR Denpasar segera diterjunkan ke lokasi kejadian setelah menerima laporan dari warga setempat sekitar pukul 10.15 WITA. Proses evakuasi berlangsung dramatis dan memakan waktu sekitar dua jam karena kondisi tanah yang sangat labil dan material longsor yang menutupi area seluas kurang lebih 10 meter persegi dengan ketinggian mencapai 1,5 meter. Setelah melakukan penggalian manual dan menggunakan alat bantu seadanya, tim SAR akhirnya berhasil menemukan jenazah wisatawan meninggal tersebut dalam kondisi tertimbun cukup dalam.
Kepala BPBD Kabupaten Tabanan, Bapak I Wayan Sugiarta, melalui keterangan persnya di lokasi kejadian, mengimbau kepada seluruh wisatawan dan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana longsor, terutama saat perubahan cuaca ekstrem dan musim hujan. Beliau juga menambahkan bahwa pihaknya akan berkoordinasi dengan Dinas Pariwisata Kabupaten Tabanan untuk melakukan kajian lebih lanjut terkait keamanan jalur wisata di area rawan longsor dan memasang rambu-rambu peringatan yang lebih memadai.
Sementara itu, Kapolsek Penebel, Kompol I Made Budiastawa, menyatakan bahwa pihak kepolisian telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dengan melibatkan tim identifikasi dari Polres Tabanan. Dugaan sementara penyebab longsor adalah kondisi tanah yang labil akibat curah hujan tinggi. Jenazah wisatawan meninggal tersebut telah dievakuasi menggunakan ambulans PMI Kabupaten Tabanan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tabanan untuk dilakukan visum et repertum sebelum diserahkan kepada pihak keluarga yang telah dihubungi oleh pihak Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Denpasar.
Tragedi ini menjadi pelajaran pahit bagi semua pihak tentang pentingnya kehati-hatian dan kesiapsiagaan terhadap potensi bencana alam di kawasan wisata. Pemerintah daerah dan pengelola objek wisata diharapkan dapat meningkatkan langkah-langkah mitigasi bencana demi keselamatan wisatawan dan masyarakat.
