Seorang Warga Negara Asing WNA asal Filipina Rusuh di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali, pada hari Rabu, 15 November 2023. Pria yang diketahui berinisial JMA (35) tersebut mengamuk usai Diamankan Petugas, sehingga membuat panik para penumpang dan petugas.
Kejadian bermula saat JMA tiba di Bali dengan penerbangan dari Manila. Saat proses pemeriksaan dokumen di area imigrasi, JMA tiba-tiba menunjukkan perilaku agresif. Ia berteriak-teriak tidak jelas dan mulai merusak fasilitas bandara yang ada di sekitarnya.
“Saat diperiksa, dia tiba-tiba berteriak-teriak dan merusak fasilitas yang ada di sekitarnya,” ungkap Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Ngurah Rai, Sugito.
Aksi brutal JMA menyebabkan kerusakan pada beberapa fasilitas bandara, termasuk meja pemeriksaan imigrasi dan kursi tunggu penumpang. Petugas keamanan bandara dengan sigap mengamankan JMA dan membawanya ke kantor imigrasi untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Dari hasil pemeriksaan awal, petugas menemukan bahwa JMA tidak memiliki dokumen perjalanan yang lengkap. Kecurigaan adanya gangguan kejiwaan pada JMA semakin kuat setelah dilakukan pemeriksaan oleh dokter kejiwaan.
“Dari hasil pemeriksaan kejiwaan oleh dokter, yang bersangkutan mengalami gangguan jiwa,” jelas Sugito.
Pihak imigrasi segera berkoordinasi dengan Konsulat Filipina di Bali untuk proses pemulangan JMA ke negaranya. Selain itu, JMA juga akan dimasukkan ke dalam daftar cekal, yang berarti ia tidak diizinkan untuk masuk ke wilayah Indonesia di masa mendatang.
Insiden WNA rusuh yang diamankan oleh petugas ini memicu perhatian serius dari pihak imigrasi dan pengelola bandara. Mereka berjanji akan meningkatkan pengawasan terhadap WNA yang datang ke Bali, terutama yang dicurigai memiliki gangguan kejiwaan.
“Kami akan meningkatkan pengawasan terhadap WNA yang datang ke Bali, terutama yang dicurigai memiliki gangguan kejiwaan,” tegas Sugito.
Pihak kepolisian juga turut melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengungkap motif di balik aksi WNA rusuh ini. Mereka akan bekerja sama dengan pihak imigrasi dan konsulat Filipina untuk mendapatkan informasi lebih detail tentang latar belakang JMA.
Kejadian ini menjadi pengingat bagi semua pihak tentang pentingnya kewaspadaan dan penanganan yang tepat terhadap individu dengan gangguan kejiwaan, terutama di tempat-tempat publik seperti bandara. Peningkatan koordinasi antar instansi terkait juga diperlukan untuk memastikan keamanan dan kenyamanan semua pihak.
